BerandaQ&A CryptoBagaimana cara shorting saham memungkinkan investor mendapatkan keuntungan?

Bagaimana cara shorting saham memungkinkan investor mendapatkan keuntungan?

2026-02-10
Saham
Shorting memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dengan meminjam aset, seperti saham, dan menjualnya di pasar terbuka. Strategi ini melibatkan pembelian kembali aset tersebut nanti dengan harga yang lebih rendah, lalu mengembalikannya kepada peminjam. Ini memungkinkan mendapatkan keuntungan dari selisih harga ketika nilai aset diperkirakan menurun.

Memahami Konsep Inti Short Selling

Short selling (jual kosong) adalah strategi investasi yang memungkinkan individu memperoleh keuntungan dari penurunan harga suatu aset. Berbeda dengan investasi tradisional, di mana investor membeli aset dengan harapan nilainya akan naik (posisi "long"), short selling melibatkan taruhan bahwa harga aset akan turun (posisi "short"). Latar belakang yang diberikan mengilustrasikan hal ini dengan sempurna melalui contoh Apple (AAPL): seorang investor meminjam saham, segera menjualnya pada harga pasar saat ini, dan kemudian bertujuan untuk membelinya kembali nanti dengan harga yang lebih rendah untuk dikembalikan kepada pemberi pinjaman. Selisih antara harga jual yang lebih tinggi dan harga beli yang lebih rendah, dikurangi biaya-biaya, merupakan keuntungan yang diperoleh.

Mekanisme ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi pada pandangan pertama. Bagaimana Anda bisa menjual sesuatu yang tidak Anda miliki? Kuncinya terletak pada aspek "peminjaman". Seorang investor memperoleh aset untuk sementara dari pemberi pinjaman (biasanya perusahaan broker) dengan janji untuk mengembalikannya di kemudian hari. Aset yang dipinjam ini kemudian segera dijual di pasar terbuka, mengubah aset tersebut menjadi uang tunai. Penjual short kemudian menunggu, berharap harga aset tersebut akan turun. Jika prediksi mereka benar, mereka dapat membeli kembali jumlah aset yang sama dengan harga lebih rendah, mengembalikannya kepada pemberi pinjaman, dan mengantongi selisih harganya. Sebaliknya, jika harga naik, penjual short menghadapi kerugian, karena mereka harus membeli kembali aset tersebut dengan harga yang lebih tinggi daripada harga saat mereka menjualnya. Strategi ini menawarkan alat yang ampuh bagi investor untuk memanfaatkan sentimen pasar bearish atau penilaian yang dianggap berlebihan (overvaluation), tetapi juga membawa risiko signifikan karena sifatnya.

Mekanisme Short Selling: Panduan Langkah demi Langkah

Untuk memahami sepenuhnya cara kerja short selling, sangat penting untuk menguraikan prosesnya menjadi langkah-langkah mendasar. Meskipun spesifikasinya mungkin sedikit bervariasi antara pasar saham tradisional dan lanskap mata uang kripto, prinsip dasarnya tetap konsisten.

Langkah 1: Meminjam Aset

Fase awal dari short selling melibatkan pengamanan aset yang ingin Anda jual.

  • Membuka Akun Margin: Untuk sebagian besar skenario shorting tradisional dan kripto, Anda memerlukan akun margin pada broker atau bursa (exchange). Akun margin memungkinkan Anda meminjam dana atau aset dengan jaminan modal Anda yang ada (kolateral).
  • Menemukan Pemberi Pinjaman dan Aset: Broker atau bursa Anda bertindak sebagai perantara yang memfasilitasi proses peminjaman. Mereka meminjamkan saham/kripto dari inventaris mereka sendiri atau meminjamnya dari klien lain yang telah setuju untuk meminjamkan aset mereka dengan imbalan biaya.
  • Persyaratan Kolateral: Untuk meminjam aset, Anda harus menyediakan kolateral, biasanya dalam bentuk uang tunai atau sekuritas/mata uang kripto lain yang memenuhi syarat yang disimpan di akun margin Anda. Kolateral ini bertindak sebagai jaminan bagi pemberi pinjaman, memastikan bahwa Anda dapat menutup potensi kerugian jika perdagangan berlawanan dengan prediksi Anda.
  • Biaya Peminjaman/Bunga: Pemberi pinjaman mengenakan biaya, yang sering disebut "bunga pinjaman" atau "biaya pinjam stok," atas penggunaan aset mereka. Biaya ini biasanya merupakan persentase tahunan dan dapat bervariasi berdasarkan permintaan dan ketersediaan aset. Untuk aset yang banyak di-short atau sulit dipinjam, biaya ini bisa sangat besar.

Langkah 2: Menjual Aset yang Dipinjam

Setelah aset berhasil dipinjam, langkah segera berikutnya adalah menjualnya di pasar terbuka.

  • Eksekusi pada Harga Pasar: Aset yang dipinjam dijual pada harga pasar saat ini. Hal ini mengubah aset yang dipinjam menjadi uang tunai, yang kemudian disimpan di akun margin Anda.
  • Menciptakan Posisi Short: Pada titik ini, Anda telah menetapkan "posisi short." Anda sekarang berutang kepada pemberi pinjaman sejumlah aset spesifik yang Anda pinjam, tetapi Anda memiliki uang tunai yang setara dengan aset tersebut pada harga penjualan aslinya.

Langkah 3: Menunggu Penurunan Harga

Ini adalah fase spekulatif, di mana hipotesis penjual short diuji.

  • Pemantauan Pasar: Investor secara aktif memantau harga aset, berita pasar, indikator teknis, dan sentimen pasar secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi waktu optimal untuk "menutup" (cover) posisi short tersebut.
  • Mengantisipasi Penurunan: Penjual short biasanya masuk ke posisi ketika mereka percaya suatu aset dinilai terlalu tinggi (overvalued), menghadapi perkembangan negatif yang signifikan, atau ketika pasar yang lebih luas memasuki fase bearish. Mereka pada dasarnya memprediksi bahwa kekuatan pasar akan mendorong harga aset turun.

Langkah 4: Membeli Kembali dan Mengembalikan

Jika pasar bergerak sesuai keinginan penjual short, mereka dapat melanjutkan untuk menutup posisi mereka.

  • Membeli Kembali Aset: Penjual short membeli kembali jumlah aset yang sama dengan yang mereka pinjam di awal, tetapi sekarang dengan harga pasar yang lebih rendah. Ini sering disebut sebagai "covering" posisi short.
  • Mengembalikan ke Pemberi Pinjaman: Aset yang dibeli kembali kemudian dikembalikan ke pemberi pinjaman asli, memenuhi kewajiban peminjaman.
  • Penyelesaian (Settlement): Transaksi diselesaikan, dan laba atau rugi bersih dihitung dan tercermin dalam akun margin investor.

Menghitung Keuntungan atau Kerugian

Hasil finansial dari short sell ditentukan oleh perhitungan sederhana:

Profit/Loss = (Harga Jual Awal - Harga Beli Kembali) x Jumlah Aset yang Dijual - Biaya Pinjam - Komisi Perdagangan

Mari kita ilustrasikan dengan contoh hipotesis: Seorang investor percaya bahwa "CryptoX" dinilai terlalu tinggi pada harga $100 per token.

  1. Pinjam dan Jual: Mereka meminjam 100 token CryptoX dan segera menjualnya di pasar dengan harga $100 per token, menghasilkan uang tunai $10.000.
  2. Penurunan Harga: Selama beberapa minggu ke depan, harga CryptoX turun menjadi $70 per token, selaras dengan prediksi investor.
  3. Beli Kembali: Investor memutuskan untuk menutup short mereka. Mereka menggunakan $7.000 (100 token x $70) untuk membeli kembali 100 token CryptoX.
  4. Kembalikan: 100 token tersebut dikembalikan kepada pemberi pinjaman.

Perhitungan:

  • Uang Tunai Awal dari Penjualan: $10.000
  • Biaya untuk Membeli Kembali: $7.000
  • Laba Kotor: $10.000 - $7.000 = $3.000
  • Asumsikan Biaya Pinjam + Komisi = $50
  • Laba Bersih: $3.000 - $50 = $2.950

Seandainya harga naik menjadi $120, investor harus membeli kembali pada harga $120, yang memakan biaya $12.000. Ini akan menghasilkan kerugian kotor sebesar $2.000 ($10.000 - $12.000), ditambah biaya-biaya lainnya.

Mengapa Investor Melakukan Short Sell: Motivasi dan Wawasan Pasar

Short selling bukan sekadar pertaruhan spekulatif yang agresif; strategi ini melayani beberapa tujuan strategis bagi berbagai jenis investor.

Spekulasi pada Penurunan Harga

Alasan paling mudah untuk melakukan short selling adalah keyakinan bahwa harga aset akan turun. Investor mungkin sampai pada kesimpulan ini karena berbagai alasan:

  • Overvaluation (Penilaian Berlebih): Analisis fundamental mungkin menunjukkan bahwa saham suatu perusahaan diperdagangkan jauh di atas nilai intrinsiknya, atau bahwa proyek mata uang kripto kekurangan utilitas atau adopsi untuk membenarkan kapitalisasi pasarnya.
  • Berita atau Perkembangan Negatif: Untuk saham, ini bisa melibatkan laporan laba yang buruk, kegagalan produk, investigasi peraturan, atau skandal manajemen. Untuk kripto, ini mungkin termasuk pelanggaran keamanan, kegagalan pencapaian target proyek (milestone), tekanan jual yang signifikan dari investor awal, atau perubahan regulasi yang merugikan aset tersebut.
  • Sentimen Pasar Bearish: Selama periode ketidakpastian ekonomi atau penurunan pasar yang lebih luas (pasar bearish), investor mungkin melakukan short pada aset secara keseluruhan untuk mengantisipasi depresiasi harga yang meluas.
  • Analisis Teknis: Pola grafik dan indikator mungkin memberi sinyal pembalikan harga yang akan datang atau kerusakan dalam tren naik suatu aset.

Hedging (Lindung Nilai) Portofolio yang Ada

Short selling juga bisa menjadi alat manajemen risiko yang canggih, memungkinkan investor untuk melindungi posisi long mereka yang ada dari potensi penurunan pasar. Strategi ini dikenal sebagai hedging.

  • Perlindungan Portofolio: Seorang investor mungkin memiliki portofolio kripto yang terdiversifikasi yang mereka yakini untuk jangka panjang. Namun, mereka mungkin mengantisipasi koreksi pasar jangka pendek. Daripada menjual seluruh portofolio mereka (dan menanggung potensi pajak atau kehilangan momen rebound), mereka dapat melakukan short pada indeks pasar yang luas atau aset yang berkorelasi tinggi untuk melindungi nilai.
  • Mengompensasi Kerugian: Jika pasar benar-benar turun, keuntungan dari posisi short dapat membantu mengompensasi kerugian yang dialami oleh portofolio long mereka, sehingga menstabilkan nilai investasi keseluruhan mereka. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi risiko penurunan daripada mencapai keuntungan maksimal dari short sale itu sendiri.

Peluang Arbitrase

Meskipun kurang umum untuk short selling langsung pada aset individu, shorting secara tidak langsung dapat berperan dalam strategi arbitrase tertentu, terutama di pasar yang terfragmentasi seperti kripto. Arbitrase mencari keuntungan dari perbedaan harga sementara dari aset yang sama di bursa atau pasar yang berbeda. Jika sebuah kripto diperdagangkan sedikit lebih tinggi di Bursa A daripada di Bursa B, seorang arbitrase mungkin membelinya di B dan secara bersamaan melakukan short di A untuk mengunci keuntungan kecil bebas risiko.

Short Selling di Pasar Kripto: Perspektif Paralel

Prinsip-prinsip inti short selling saham diterjemahkan langsung ke pasar mata uang kripto, tetapi dengan adaptasi dan nuansa khusus karena karakteristik unik aset digital dan infrastruktur perdagangannya.

Adaptasi untuk Aset Digital

Mekanisme peminjaman dan perdagangan kripto berbeda dari bursa saham tradisional:

  • Centralized Exchanges (CEX): Platform ini (misalnya Binance, OKX, Bybit) sering menawarkan "margin trading," yang merupakan padanan kripto dari meminjam dari broker. Pengguna dapat menyetor kolateral dan meminjam mata uang kripto tertentu untuk di-short sell.
  • Decentralized Finance (DeFi): Dalam ruang DeFi, protokol peminjaman (misalnya Aave, Compound) memungkinkan pengguna untuk meminjamkan aset kripto mereka dan orang lain meminjamnya dengan jaminan kolateral. Selain itu, platform futures abadi terdesentralisasi (seperti dYdX, GMX) secara langsung memfasilitasi eksposur short tanpa perlu meminjam aset dasar secara eksplisit.

Metode Shorting Kripto

Pasar kripto menawarkan beberapa jalur berbeda untuk short selling:

  1. Margin Trading pada Bursa Terpusat:

    • Proses: Mirip dengan shorting saham. Anda menyetor kolateral (misalnya stablecoin seperti USDT atau BTC). Anda kemudian meminjam kripto tertentu (misalnya Ethereum) dan segera menjualnya untuk USDT. Jika harga Ethereum turun, Anda membelinya kembali dengan harga lebih rendah, mengembalikan pinjaman ETH, dan menyimpan selisihnya.
    • Leverage: CEX biasanya menawarkan leverage (misal 2x, 5x, 10x), yang berarti Anda dapat meminjam kelipatan dari kolateral Anda, memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
    • Funding Rates/Biaya Pinjam: Anda membayar bunga/biaya atas kripto yang dipinjam, yang dapat berfluktuasi berdasarkan permintaan.
  2. Kontrak Futures (Terutama Perpetual Futures):

    • Konsep: Kontrak futures adalah perjanjian untuk membeli atau menjual aset pada harga yang telah ditentukan pada tanggal masa depan tertentu. Dalam kripto, perpetual futures (berjangka abadi) lebih umum; mereka tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan mencoba melacak harga spot aset dasar.
    • Shorting dengan Futures: Untuk melakukan short, Anda akan "menjual" kontrak futures. Jika harga kripto dasar (misalnya Bitcoin) turun, nilai kontrak short futures Anda meningkat.
    • Funding Rates (Perpetual): Melibatkan mekanisme "funding rate." Jika mayoritas trader mengambil posisi long, mereka membayar pemegang posisi short; jika mayoritas short, mereka membayar long. Ini menjaga harga futures tetap dekat dengan harga spot. Funding rate negatif menguntungkan penjual short.
    • Leverage: Kontrak futures sangat terleverage, memungkinkan eksposur besar dengan modal relatif kecil.
  3. Perdagangan Opsi (Options):

    • Put Options: Opsi put memberi pemegangnya hak, tetapi bukan kewajiban, untuk menjual aset dasar pada "strike price" tertentu.
    • Shorting dengan Put: Jika Anda memperkirakan harga kripto akan turun, Anda dapat membeli opsi put. Jika harga turun di bawah strike price Anda, opsi tersebut menjadi menguntungkan. Kerugian maksimal terbatas pada premi yang dibayarkan.
  4. Pasar Prediksi (Prediction Markets):

    • Konsep: Platform seperti Polymarket memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil peristiwa masa depan, termasuk harga aset. Anda dapat secara efektif "short" dengan bertaruh melawan kenaikan harga kripto tersebut.
  5. Token Inverse atau ETF:

    • Beberapa platform menawarkan token inverse yang dirancang untuk bergerak ke arah yang berlawanan dengan mata uang kripto atau indeks tertentu.

Risiko Unik dan Pertimbangan untuk Shorting Kripto

Meskipun mekanismenya serupa, pasar kripto memperkenalkan risiko yang lebih tinggi:

  • Volatilitas Ekstrem: Mata uang kripto sangat fluktuatif. Ayunan harga 10-20% dalam satu hari adalah hal biasa. Ini berarti risiko likuidasi jauh lebih tinggi untuk posisi terleverage.
  • Risiko Likuidasi: Dengan leverage tinggi, kenaikan harga moderat saja dapat memicu "margin call" atau "likuidasi" otomatis. Bursa akan menutup posisi Anda secara paksa untuk mencegah kerugian lebih lanjut, dan Anda kehilangan kolateral Anda.
  • Biaya Pinjam/Funding Rate Tinggi: Untuk aset yang populer dijadikan target short, biaya pinjam atau funding rate bisa sangat tinggi, menggerus potensi keuntungan.
  • Ketidakpastian Regulasi: Larangan tiba-tiba atau pembatasan di yurisdiksi tertentu dapat berdampak drastis pada harga aset dan posisi short.
  • Risiko Jaringan: Bug smart contract (pada protokol DeFi), kemacetan jaringan, atau hard fork dapat memperkenalkan komplikasi yang tidak terduga.

Risiko yang Terkait dengan Short Selling

Short selling adalah strategi tingkat lanjut dan membawa risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi long tradisional.

  • Potensi Kerugian Tak Terbatas: Ini adalah risiko paling kritis. Saat Anda membeli aset (long), kerugian maksimal Anda terbatas pada jumlah yang Anda investasikan (harga hanya bisa turun hingga nol). Namun, saat Anda melakukan short, harganya secara teoritis dapat naik tanpa batas. Jika Anda melakukan short pada $100 dan harganya naik menjadi $1.000 atau $10.000, kerugian Anda tidak terbatas.
  • Short Squeeze: Terjadi ketika harga aset yang banyak di-short naik dengan cepat, memaksa penjual short untuk menutup posisi mereka dengan membeli kembali aset tersebut. Aktivitas pembelian ini semakin mendorong harga naik, menciptakan efek domino.
  • Margin Call: Jika harga aset naik secara signifikan, nilai kolateral Anda mungkin turun di bawah persyaratan margin pemeliharaan. Ini akan memicu "margin call," yang mengharuskan Anda menyetor dana tambahan atau posisi Anda akan dilikuidasi.
  • Biaya Peminjaman: Menahan posisi short menimbulkan biaya berkelanjutan seperti bunga yang terakumulasi dari waktu ke waktu.
  • Dividen/Airdrop/Fork: Dalam kripto, situasi serupa bisa muncul dengan hadiah protokol atau airdrop tertentu, di mana penjual short mungkin bertanggung jawab atas nilai aset tambahan tersebut.
  • Biaya Kesempatan (Opportunity Cost): Modal yang terikat sebagai kolateral dalam posisi short sebenarnya bisa digunakan untuk peluang investasi lain yang lebih menguntungkan.

Strategi Lanjutan dan Praktik Terbaik untuk Penjual Short

Mengingat risiko yang ada, short selling yang sukses membutuhkan perencanaan yang matang dan manajemen risiko yang kuat.

Manajemen Risiko adalah Kunci

  • Menetapkan Stop-Loss: Selalu pasang perintah stop-loss untuk menutup posisi short secara otomatis jika harga naik ke level yang ditentukan.
  • Ukuran Posisi (Position Sizing): Jangan pernah mengalokasikan porsi modal yang terlalu besar ke dalam satu posisi short saja.
  • Memahami Leverage: Gunakan leverage secara konservatif, terutama di pasar kripto yang volatil. Leverage tinggi meningkatkan kemungkinan likuidasi.
  • Pemantauan Rutin: Pantau posisi Anda dan pasar secara luas secara aktif untuk menyesuaikan strategi jika kondisi berubah.

Penelitian dan Uji Tuntas

  • Analisis Fundamental: Untuk kripto, teliti whitepaper, tokenomics, tim pengembang, adopsi, dan ekosistem pesaingnya. Cari tanda-tanda penilaian berlebih atau fundamental yang cacat.
  • Analisis Teknis: Gunakan pola grafik dan indikator (seperti RSI, MACD, moving averages) untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang potensial.
  • Sentimen Pasar: Ukur sentimen keseluruhan. Sentimen bullish yang berlebihan pada aset yang overvalued terkadang mendahului koreksi tajam.

Penentuan Waktu Pasar (Market Timing)

  • Titik Masuk: Masuklah ke posisi short ketika aset menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang jelas atau mendekati level resistensi yang signifikan.
  • Titik Keluar: Tentukan target keuntungan Anda. Jangan serakah; ambil keuntungan sesuai rencana Anda, karena pembalikan harga di pasar kripto bisa terjadi sangat cepat.

Peran Pasar yang Lebih Luas dari Short Selling

Di luar motif keuntungan individu, short selling memainkan peran penting dalam menjaga pasar keuangan yang sehat dan efisien.

Penemuan Harga dan Efisiensi

  • Mencegah Penilaian Berlebih: Penjual short bertindak sebagai penyeimbang terhadap sentimen bullish yang berlebihan. Tekanan jual mereka membantu mengembalikan harga yang melambung ke level yang lebih realistis, mencegah gelembung (bubble) tumbuh tanpa kendali.
  • Menyeimbangkan Sentimen: Tanpa penjual short, pasar bisa menjadi terlalu optimis, yang mengarah pada reli yang tidak berkelanjutan dan keruntuhan yang lebih menyakitkan.

Penyediaan Likuiditas

Dengan menjual aset yang dipinjam, mereka meningkatkan pasokan aset di pasar. Saat mereka menutup posisi dengan membeli kembali, mereka menambah permintaan. Aktivitas ini berkontribusi pada spread bid-ask yang lebih ketat dan kondisi perdagangan yang lebih lancar.

Mengidentifikasi Malpraktik

Secara historis, penjual short yang agresif sering kali berperan dalam mengekspos penipuan perusahaan atau model bisnis yang tidak berkelanjutan. Di ruang kripto, penjual short yang waspada dapat menyoroti kekurangan dalam tokenomics proyek atau kerentanan keamanan, yang pada akhirnya melindungi investor yang kurang terinformasi.

Ringkasnya, short selling adalah instrumen keuangan yang kuat namun kompleks. Meskipun menawarkan cara unik untuk mendapatkan keuntungan dari pasar yang menurun, risiko inherennya menuntut tingkat pengetahuan, disiplin, dan manajemen risiko yang ketat. Memahami mekanisme dan pertimbangan khusus untuk pasar kripto sangat penting bagi setiap investor yang mempertimbangkan strategi tingkat lanjut ini.

Artikel Terkait
Faktor-faktor Apa yang Mempengaruhi Fluktuasi Saham Apple?
2026-02-10 00:00:00
Apa yang Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan dan Daya Tarik Investor Apple?
2026-02-10 00:00:00
Artikel Terbaru
Pengenalan Lanjutan AntiHunter Meme Coin
2026-02-10 02:16:50
Cara membeli saham Apple melalui akun broker?
2026-02-10 00:00:00
Apa yang mendorong valuasi Apple sebesar $4,08 Triliun?
2026-02-10 00:00:00
AAPL & iPhone: Beli rumor, jual berita, atau tahan?
2026-02-10 00:00:00
Apakah Peluncuran iPhone Menjamin Kenaikan Saham AAPL Secara Instan?
2026-02-10 00:00:00
Faktor apa yang Mendorong Kinerja Saham Apple?
2026-02-10 00:00:00
Mengapa Rilisan iPhone Tidak Selalu Meningkatkan Saham Apple?
2026-02-10 00:00:00
Apa langkah-langkah untuk membeli saham Apple?
2026-02-10 00:00:00
Tokenized AAPL vs. Saham: Apa perbedaan haknya?
2026-02-10 00:00:00
Bagaimana cara saya berinvestasi di saham Apple (AAPL)?
2026-02-10 00:00:00
Promotion
Penawaran Waktu Terbatas untuk Pengguna Baru
Manfaat Eksklusif Pengguna Baru, Hingga 6000USDT

Topik Hangat

Kripto
hot
Kripto
125 Artikel
Technical Analysis
hot
Technical Analysis
0 Artikel
DeFi
hot
DeFi
0 Artikel
Indeks Ketakutan dan Keserakahan
Pengingat: Data hanya untuk Referensi
10
Ketakutan yang ekstrim
Obrolan Langsung
Tim Dukungan Pelanggan

Baru saja

Pengguna LBank yang terhormat

Sistem layanan pelanggan online kami saat ini sedang mengalami masalah koneksi. Kami sedang berupaya keras untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi saat ini kami tidak dapat memberikan perkiraan waktu pemulihan yang pasti. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Jika Anda memerlukan bantuan, silakan hubungi kami melalui email dan kami akan membalas sesegera mungkin.

Terima kasih atas pengertian dan kesabaran Anda.

Tim Dukungan Pelanggan LBank