BerandaQ&A CryptoApa yang membuat transaksi Bitcoin dapat dilacak?

Apa yang membuat transaksi Bitcoin dapat dilacak?

2026-02-12
Penjelajah
Transaksi Bitcoin dapat dilacak karena pencatatannya yang bersifat publik di blockchain. Setiap transaksi mencantumkan alamat dompet pengirim dan penerima serta jumlah yang ditransfer. Meskipun alamat BTC bersifat pseudonim, transparansi bawaan ini memungkinkan pemantauan dan analisis arus dana, sehingga membantu dalam upaya verifikasi dan kepatuhan di seluruh jaringan.

Memahami Transparansi Intrinsik Bitcoin

Bitcoin, mata uang digital terdesentralisasi perintis, beroperasi pada teknologi revolusioner yang dikenal sebagai blockchain. Ledger publik, imutabel, dan terdistribusi ini sangat mendasar bagi keamanan dan integritas operasionalnya, tetapi juga memberikan transparansi yang melekat pada transaksi Bitcoin yang membuatnya dapat dilacak secara jelas. Berbeda dengan sistem perbankan tradisional di mana detail transaksi bersifat pribadi dan dipegang oleh lembaga pusat, setiap transaksi Bitcoin disiarkan ke seluruh jaringan, diverifikasi oleh para peserta, dan dicatat secara permanen dalam sebuah blok, yang kemudian ditambahkan ke dalam rantai. Visibilitas global ini adalah pendorong utama di balik keterlacakan Bitcoin.

Pada intinya, blockchain Bitcoin berfungsi sebagai buku terbuka, yang merinci setiap transfer nilai sejak awal kemunculannya pada tahun 2009. Setiap blok berisi stempel waktu (timestamp), daftar transaksi, dan referensi ke blok sebelumnya, menciptakan rantai catatan yang tidak terputus. Desain ini memastikan bahwa siapa pun dapat memeriksa riwayat lengkap dari Bitcoin (BTC) yang beredar. Meskipun tingkat transparansi ini sangat penting untuk menjaga integritas jaringan dan mencegah pengeluaran ganda (double-spending), hal ini secara bersamaan meletakkan dasar bagi pelacakan dan analisis canggih terhadap aliran keuangan di seluruh jaringan.

Pseudonimitas vs. Anonimitas: Nuansa Alamat Bitcoin

Kesalahpahaman yang umum mengenai Bitcoin adalah bahwa ia menawarkan anonimitas lengkap. Kenyataannya, Bitcoin memberikan pseudonimitas. Untuk memahami perbedaan ini, sangat penting untuk memahami bagaimana alamat Bitcoin berfungsi.

  • Definisi Pseudonimitas: Pseudonim adalah nama yang bukan nama legal seseorang, tetapi digunakan secara konsisten dan dapat dikaitkan dengan individu tersebut seiring waktu. Dalam konteks Bitcoin, alamat dompet (wallet) berfungsi sebagai pseudonim ini. Ketika pengguna mengirim atau menerima Bitcoin, mereka berinteraksi dengan string alfanumerik ini, yang muncul sebagai urutan huruf dan angka yang acak (misalnya, 1A1zP1eW5QGfi2DCLfWzXGsZz6fztsePqB). Alamat-alamat ini tidak secara inheren terikat pada identitas dunia nyata pengguna.
  • Definisi Anonimitas: Anonimitas sejati berarti identitas individu benar-benar tidak diketahui dan tidak dapat dilacak. Hal ini umumnya tidak terjadi pada Bitcoin, karena koneksi antara alamat pseudonim dapat, dalam keadaan tertentu, dide-anonimkan (diungkap identitasnya).

Jaringan Bitcoin sendiri tidak mengharuskan pengguna untuk menyerahkan informasi pribadi untuk membuat dompet atau melakukan transaksi. Pengguna dapat menghasilkan alamat dalam jumlah tak terbatas tanpa verifikasi identitas apa pun. Pilihan desain ini awalnya membuat banyak orang percaya bahwa Bitcoin adalah surga bagi transaksi anonim. Namun, sifat publik dari blockchain berarti bahwa meskipun sebuah alamat tidak secara langsung mengungkapkan nama pengguna, seluruh riwayat dana yang terkait dengan alamat tersebut dapat dilihat oleh semua orang. Transparansi fundamental inilah yang memungkinkan de-anonimisasi pengguna Bitcoin pada akhirnya.

Bagaimana Transaksi Bitcoin Dicatat dan Dikaitkan

Keterlacakan transaksi Bitcoin berasal langsung dari struktur dan mekanisme operasional blockchain. Setiap transaksi di jaringan Bitcoin melibatkan input dan output, yang pada dasarnya merupakan referensi ke output transaksi yang belum dibelanjakan (UTXO) dari transaksi sebelumnya.

  1. Model UTXO: Berbeda dengan rekening bank tradisional yang menyimpan saldo, dompet Bitcoin sebenarnya tidak "menyimpan" Bitcoin. Sebaliknya, dompet mengelola kumpulan UTXO yang ditetapkan ke alamat dompet tersebut. Saat Anda ingin membelanjakan Bitcoin, dompet Anda memilih satu atau lebih UTXO yang secara kolektif menutupi jumlah yang ingin Anda kirim. UTXO ini menjadi "input" bagi transaksi baru Anda.
  2. Input dan Output Transaksi: Sebuah transaksi baru mengonsumsi UTXO (input) ini dan menciptakan UTXO baru (output). Misalnya, jika Anda ingin mengirim 0,5 BTC dan Anda memiliki UTXO 1 BTC, transaksi Anda akan mengonsumsi UTXO 1 BTC tersebut dan membuat dua UTXO baru: satu sebesar 0,5 BTC yang dikirim ke alamat penerima, dan satu lagi sebesar 0,5 BTC (dikurangi biaya transaksi) yang dikembalikan ke salah satu alamat Anda sendiri sebagai kembalian (change).
  3. Catatan Publik: Setiap transaksi, termasuk input, output, dan jumlah yang terlibat, ditandatangani secara kriptografis dan disiarkan ke jaringan. Setelah divalidasi oleh penambang (miners) dan dimasukkan ke dalam blok, transaksi tersebut menjadi bagian yang tidak dapat diubah dari riwayat blockchain.
  4. ID Transaksi (TXID): Setiap transaksi diberikan pengenal unik (TXID). TXID ini memungkinkan siapa saja untuk mencari transaksi pada penjelajah blok (block explorer), mengungkapkan detailnya: alamat pengirim, alamat penerima, jumlah yang ditransfer, biaya transaksi, dan blok di mana transaksi tersebut dikonfirmasi.
  5. Rantai Transaksi: Karena setiap output dari satu transaksi dapat menjadi input bagi transaksi berikutnya, rantai kepemilikan yang berkelanjutan terbentuk. Rantai ini dapat diikuti ke belakang hingga ke titik di mana Bitcoin pertama kali ditambang, atau ke depan untuk melacak lokasinya saat ini. "Grafik transaksi" ini adalah sumber data utama untuk pelacakan.

Sebagai contoh, jika alamat A mengirim Bitcoin ke alamat B, dan kemudian alamat B mengirimkannya ke alamat C, siapa pun dapat melihat urutan transfer ini. Meskipun mereka mungkin awalnya tidak tahu siapa yang mengendalikan alamat A, B, atau C, mereka dapat mengamati aliran dana di antara pseudonim tersebut.

Alat dan Teknik untuk Pelacakan Transaksi

Sifat publik dan saling terkait dari transaksi Bitcoin telah mendorong pengembangan alat dan teknik canggih untuk pelacakan blockchain. Ini digunakan oleh berbagai entitas, mulai dari lembaga penegak hukum hingga perusahaan keamanan siber dan departemen kepatuhan.

  • Block Explorer: Ini adalah alat berbasis web yang memungkinkan siapa saja untuk menelusuri blockchain. Hanya dengan memasukkan alamat Bitcoin atau ID transaksi, pengguna dapat melihat semua transaksi terkait, saldo, dan aliran dana. Meskipun dasar, alat ini menyediakan data mentah untuk pelacakan.
  • Address Clustering: Ini adalah salah satu heuristik paling kuat yang digunakan dalam analisis blockchain. Karena satu pengguna atau entitas sering kali mengendalikan beberapa alamat Bitcoin (misalnya, untuk privasi, akuntansi, atau menerima kembalian), analis mencoba mengelompokkan alamat-alamat ini bersama-sama. Heuristik pengelompokan umum meliputi:
    • Kepemilikan Input Bersama: Jika beberapa alamat digunakan sebagai input dalam satu transaksi tunggal, sangat mungkin bahwa semua alamat input ini dikendalikan oleh entitas yang sama. Ini karena kunci privat (private key) diperlukan untuk membelanjakan dana dari setiap input.
    • Alamat Kembalian (Change Addresses): Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kembalian dari suatu transaksi sering kali kembali ke alamat yang dikendalikan oleh pengirim. Mengidentifikasi pola-pola ini membantu menghubungkan alamat-alamat tersebut.
    • Pola Setoran/Penarikan: Bursa (exchange) atau layanan besar sering kali memiliki pola yang dapat diidentifikasi dalam menerima dan mengirim dana, yang dapat membantu mengelompokkan alamat terkait mereka.
  • Identifikasi Entitas: Setelah klaster alamat diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah menghubungkan klaster tersebut dengan entitas dunia nyata. Ini sering kali melibatkan:
    • Data KYC/AML: Bursa kripto dan lembaga keuangan teregulasi lainnya biasanya mengumpulkan informasi Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) dari pengguna mereka. Jika sebuah klaster alamat berinteraksi dengan bursa, dan bursa tersebut memiliki data identitas, maka terjadilah peristiwa de-anonimisasi.
    • Open Source Intelligence (OSINT): Informasi yang tersedia secara publik, seperti postingan media sosial di mana pengguna membagikan alamat Bitcoin mereka untuk donasi, postingan forum, atau kebocoran data, dapat digunakan untuk menghubungkan alamat dengan identitas.
    • Analisis Alamat IP: Meskipun lebih kompleks, alamat IP yang digunakan untuk menyiarkan transaksi terkadang dapat memberikan petunjuk tingkat geografis atau jaringan, meskipun ini kurang dapat diandalkan karena penggunaan VPN dan Tor.
  • Perangkat Lunak Analisis Rantai (Chain Analysis Software): Perusahaan analitik blockchain khusus telah mengembangkan perangkat lunak berpemilik yang mengotomatiskan dan menskalakan teknik pelacakan ini. Platform-platform ini mengagregasi data blockchain dalam jumlah besar, menerapkan algoritma canggih, pembelajaran mesin (machine learning), dan basis data entitas teridentifikasi yang luas (bursa, pasar darknet, alamat terlarang) untuk membangun grafik transaksi yang komprehensif dan mengidentifikasi pola aktivitas ilegal.

Peran Bursa dan KYC dalam De-anonimisasi

Meskipun lapisan asli Bitcoin bersifat pseudonim, gerbang antara sistem keuangan tradisional dan dunia mata uang kripto sering kali menjadi titik de-anonimisasi. Gerbang-gerbang ini utamanya adalah bursa mata uang kripto terpusat (CEX).

  • KYC/AML Wajib: Sebagian besar bursa terpusat yang bereputasi adalah entitas teregulasi yang mematuhi peraturan KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering). Ini berarti bahwa untuk menyetor mata uang fiat, menarik mata uang fiat, atau bahkan sering kali untuk memperdagangkan kripto dalam jumlah besar, pengguna harus memberikan identitas pribadi seperti ID yang dikeluarkan pemerintah, bukti alamat, dan terkadang swafoto (selfie).
  • Menghubungkan Alamat ke Identitas: Ketika seorang pengguna menyetor Bitcoin ke bursa, bursa tersebut tahu alamat setoran mana yang menjadi milik pengguna spesifik tersebut. Demikian pula, ketika seorang pengguna menarik Bitcoin, bursa mencatat alamat tujuan dan menghubungkannya dengan identitas pengguna. Ini menciptakan "on-ramp" dan "off-ramp" krusial yang menghubungkan alamat blockchain pseudonim dengan identitas dunia nyata.
  • Berbagi Data: Dalam kasus dugaan aktivitas ilegal, bursa diwajibkan secara hukum untuk bekerja sama dengan penegak hukum, memberikan mereka data identitas yang terkait dengan transaksi atau alamat tertentu. Ini memungkinkan penyelidik untuk melacak dana dari dompet pseudonim penjahat, melalui bursa, dan langsung ke identitas dunia nyata mereka.

Interaksi dengan entitas teregulasi ini merupakan kelemahan kritis bagi mereka yang mencoba menggunakan Bitcoin untuk aktivitas ilegal atau yang melanggar privasi, karena ia membentuk jembatan nyata antara blockchain pseudonim dan catatan identitas tradisional.

Motivasi untuk Pelacakan Transaksi

Kemampuan untuk melacak transaksi Bitcoin melayani berbagai tujuan penting, yang didorong oleh kepatuhan terhadap peraturan dan masalah keamanan.

  • Penegakan Hukum dan Anti-Pencucian Uang (AML): Ini mungkin motivasi yang paling menonjol. Lembaga seperti FBI, DEA, dan Interpol memanfaatkan pelacakan blockchain untuk memerangi kejahatan keuangan, termasuk:
    • Perdagangan Narkoba: Melacak dana dari penjualan narkoba ilegal.
    • Serangan Ransomware: Mengikuti pembayaran tebusan untuk mengidentifikasi penyerang.
    • Pendanaan Terorisme: Mengganggu jaringan pendanaan bagi organisasi teroris.
    • Penipuan dan Scam: Melacak dana yang dicuri dari korban penipuan mata uang kripto.
    • Pencucian Uang: Mengidentifikasi upaya untuk mengaburkan asal-usul dana ilegal.
  • Kepatuhan Peraturan: Lembaga keuangan dan bursa menggunakan alat pelacak untuk memastikan mereka mematuhi peraturan AML dan Counter-Terrorist Financing (CTF). Mereka perlu mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi, alamat terkait sanksi, dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
  • Penegakan Sanksi: Pemerintah menjatuhkan sanksi pada individu, entitas, dan negara. Pelacakan blockchain membantu mengidentifikasi jika pihak yang disanksi mencoba menggunakan Bitcoin untuk menghindari pembatasan ini.
  • Keamanan Siber dan Respons Insiden: Perusahaan yang menjadi korban serangan siber (misalnya ransomware) menggunakan pelacakan untuk mengikuti tuntutan penyerang dan berpotensi mengidentifikasi pelaku atau memahami metode operasional mereka.
  • Uji Tuntas (Due Diligence) dan Penilaian Risiko: Bisnis yang berinteraksi dengan mata uang kripto perlu menilai risiko yang terkait dengan alamat atau dana tertentu, terutama saat menerima klien baru atau memproses transaksi besar.
  • Pemulihan Aset: Dalam kasus pencurian atau penipuan, pelacakan dapat membantu mengidentifikasi tujuan akhir dari dana yang dicuri, yang berpotensi membantu dalam upaya pemulihan.

Batasan dan Tantangan dalam Pelacakan Bitcoin

Meskipun transaksi Bitcoin sangat dapat dilacak, prosesnya bukannya tanpa tantangan dan batasan. Faktor-faktor ini dapat mempersulit dan terkadang menghambat upaya pelacakan.

  • Penggunaan Kembali Alamat (Address Reuse): Meskipun umumnya tidak disarankan demi privasi, beberapa pengguna atau layanan menggunakan kembali alamat Bitcoin. Jika sebuah alamat digunakan kembali untuk beberapa transaksi, terutama di berbagai entitas atau jangka waktu yang berbeda, hal itu dapat mempersulit pembedaan antara aktivitas yang berbeda dari entitas yang sama. Namun, alat-alat canggih sering kali dapat mengatasi hal ini.
  • Layanan Pencampuran (CoinJoin): Layanan seperti CoinJoin bekerja secara aktif untuk memutus hubungan deterministik antara input dan output transaksi. Dengan menggabungkan transaksi dari banyak pengguna ke dalam satu transaksi besar, mereka mengaburkan dana input mana yang sesuai dengan dana output mana, sehingga sangat sulit untuk melacak jumlah tertentu.
  • Transaksi Off-Chain: Transaksi yang dilakukan di luar blockchain utama Bitcoin, seperti yang ada di Lightning Network, tidak dicatat secara publik di ledger utama. Meskipun jaringan ini memiliki ledger internal mereka sendiri, mereka umumnya bersifat pribadi di antara para peserta dan hanya penyelesaian akhir (pembukaan dan penutupan saluran) yang mungkin dicatat di rantai utama, sehingga mengurangi keterlacakan on-chain secara keseluruhan.
  • Dompet dan Protokol Peningkat Privasi: Dompet yang secara otomatis menerapkan CoinJoin (misalnya, Wasabi Wallet, Samourai Wallet) atau peningkatan privasi di masa depan (seperti potensi Taproot untuk mengaburkan pembelanjaan skrip) dapat membuat pelacakan menjadi lebih kompleks.
  • Kurangnya Informasi Identitas Langsung: Tantangan mendasarnya tetap bahwa blockchain itu sendiri tidak mengandung data identitas dunia nyata. Semua upaya pelacakan bergantung pada analisis inferensial, heuristik, dan sumber data eksternal (seperti KYC dari bursa) untuk menghubungkan alamat dengan individu. Jika aktor ilegal menghindari titik-titik de-anonimisasi ini, pelacakan menjadi jauh lebih sulit.
  • Data Terfragmentasi dan Kompleksitas Teknis: Volume transaksi Bitcoin yang sangat besar (lebih dari 800 juta pada akhir 2023) dan sifat grafik transaksi yang kompleks dan saling berhubungan memerlukan sumber daya komputasi dan keahlian tingkat lanjut untuk dianalisis secara efektif.
  • Layanan Kustodial: Dana yang disimpan di layanan kustodial (seperti dompet bursa terpusat di mana pengguna tidak mengendalikan kunci privat) dicampur dengan dana pengguna lain. Meskipun bursa tahu siapa memiliki apa, di blockchain, dana ini sering muncul sebagai transfer ke atau dari dompet bursa besar yang dikonsolidasikan, membuatnya sulit untuk melacak dana pengguna tertentu setelah berada dalam sistem internal bursa sampai dana tersebut ditarik.

Teknologi Peningkat Privasi (PET) dan Dampaknya

Ketegangan antara transparansi dan privasi di Bitcoin telah menyebabkan pengembangan berbagai Teknologi Peningkat Privasi (Privacy Enhancing Technologies/PET) yang dirancang untuk mengganggu keterlacakan.

  • CoinJoin: Seperti disebutkan, CoinJoin adalah metode tanpa kepercayaan (trustless) untuk menggabungkan transaksi dari beberapa pengguna menjadi satu transaksi besar. Semua peserta memberikan input dan menerima output dengan nilai yang sama (atau beberapa nilai yang sama), sehingga sulit bagi pengamat untuk menentukan output mana yang milik input mana. Ini mematahkan heuristik kepemilikan input bersama. Dompet seperti Wasabi Wallet dan Samourai Wallet mengintegrasikan fitur CoinJoin secara langsung.
  • Layanan Pencampuran (Terpusat): Layanan ini menerima Bitcoin dari pengguna dan kemudian mengirimkan kembali jumlah yang sama (dikurangi biaya) dari kumpulan dana terpisah, seringkali dengan penundaan dan jumlah yang bervariasi, sehingga lebih sulit untuk menghubungkan input ke output. Namun, layanan ini biasanya mengharuskan pengguna untuk mempercayai pencampur agar tidak mencuri dana atau mencatat transaksi, dan mereka sering menjadi target penegakan hukum.
  • Lightning Network: Solusi penskalaan lapis-2 Bitcoin, Lightning Network, memproses transaksi di luar rantai (off-chain) dalam saluran pembayaran. Hanya pembukaan dan penutupan saluran-saluran ini yang dicatat pada blockchain utama, secara signifikan mengurangi jejak on-chain dan meningkatkan privasi untuk transaksi perantara.
  • Taproot (BIPs 340, 341, 342): Diaktifkan pada November 2021, Taproot meningkatkan fleksibilitas transaksi dan privasi. Meskipun bukan solusi anonimitas langsung, ia membuat transaksi multi-tanda tangan yang kompleks, seperti yang digunakan dalam saluran Lightning atau CoinJoin, tampak identik dengan transaksi tanda tangan tunggal sederhana di blockchain. "Ketidakterbedaan transaksi" ini mempersulit pengamat untuk membedakan antara berbagai jenis transaksi, yang berpotensi mengaburkan metode peningkat privasi.
  • Dompet Hierarchical Deterministic (HD): Walaupun bukan PET itu sendiri, penggunaan dompet HD yang secara otomatis menghasilkan alamat baru untuk setiap transaksi (terutama untuk kembalian) meningkatkan privasi dengan membuat penggunaan kembali alamat menjadi kurang umum, sehingga lebih sulit untuk menghubungkan aktivitas ke satu alamat statis.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun PET ini mempersulit pelacakan, mereka tidak menjamin anonimitas sempurna. Efektivitasnya dapat bervariasi, dan penelitian terus berlangsung untuk meningkatkan teknik pelacakan maupun langkah-langkah privasi.

Lanskap Forensik Blockchain yang Terus Berkembang

Bidang forensik blockchain berkembang pesat, didorong oleh meningkatnya adopsi mata uang kripto dan semakin canggihnya aktor legal maupun ilegal.

  • Analitik Lanjutan: Perusahaan analitik blockchain terus mengembangkan algoritma yang lebih kuat, memanfaatkan pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi pola-pola halus, memprediksi pergerakan di masa depan, dan mengungkap koneksi tersembunyi di dalam data blockchain yang sangat besar.
  • Integrasi dengan Forensik Tradisional: Pelacakan blockchain semakin terintegrasi dengan forensik keuangan tradisional dan investigasi kejahatan siber, memberikan dimensi baru bagi penuntutan pidana dan pemulihan aset.
  • Adaptasi Regulasi: Regulator di seluruh dunia terus menyesuaikan kerangka kerja mereka untuk menangani tantangan dan peluang yang disajikan oleh mata uang kripto. Ini termasuk mengembangkan pedoman yang lebih jelas bagi bursa, mempromosikan kerja sama internasional, dan mendanai penelitian ke dalam analisis blockchain.
  • Pemantauan Proaktif: Selain investigasi reaktif, analitik blockchain juga digunakan untuk pemantauan proaktif, mengidentifikasi aktivitas mencurigakan secara waktu nyata (real-time) untuk mencegah transaksi ilegal sebelum benar-benar terjadi.

Sebagai kesimpulan, desain inti Bitcoin, yang berpusat pada ledger publik yang transparan dan imutabel, secara inheren membuat transaksinya dapat dilacak. Meskipun alamat pseudonim menawarkan lapisan pemisahan dari identitas dunia nyata, sifat transaksi yang saling terkait, ditambah dengan alat pelacak yang canggih dan peran penting dari bursa yang teregulasi, secara signifikan mengurangi anonimitas sejati. Perlombaan senjata yang terus berlanjut antara teknologi peningkat privasi dan teknik pelacakan tingkat lanjut memastikan bahwa lanskap keterlacakan Bitcoin akan terus berkembang, membentuk penggunaan masa depan dan pengawasan regulasinya.

Artikel Terkait
What Is WOJAK Token?
2026-02-17 18:57:26
What is BIGTROUT Meme Coin?
2026-02-11 22:39:33
What is Molten Token?
2026-02-11 22:22:43
What Is the Fiat-to-Crypto Bonanza on LBank?
2026-02-06 07:54:33
What Is KONGQIBI (空氣幣) Coin and When Was It Listed on LBank?
2026-01-31 08:11:07
What Is MOLT (Moltbook) Coin?
2026-01-31 07:52:59
When Was BP (Barking Puppy) Listed on LBank?
2026-01-31 05:32:30
When Was MEMES (Memes Will Continue) Listed on LBank?
2026-01-31 04:51:19
Deposit and Trade ETH to Share a 20 ETH Prize Pool FAQ
2026-01-31 04:33:36
What Is RNBW Pre-Market Price Protection Event on LBank?
2026-01-31 03:18:52
Artikel Terbaru
What Is KELLYCLAUDE Token?
2026-02-19 14:28:19
What Is 4BALL Token?
2026-02-19 14:28:19
What Is PURCH Token?
2026-02-19 13:28:19
What Is GOYIM Token?
2026-02-19 13:28:19
Apa Itu Token TRIA?
2026-02-19 13:28:19
What Is WAR Token?
2026-02-17 22:28:19
What Is Elon1 Token?
2026-02-17 21:30:00
What Is WOJAK Token?
2026-02-17 18:57:26
What Is CLAWNCH Token?
2026-02-16 22:57:34
What Is 1DAY Token and where does it come from?
2026-02-16 20:39:12
Promotion
Penawaran Waktu Terbatas untuk Pengguna Baru
Manfaat Eksklusif Pengguna Baru, Hingga 6000USDT

Topik Hangat

Kripto
hot
Kripto
124 Artikel
Technical Analysis
hot
Technical Analysis
0 Artikel
DeFi
hot
DeFi
0 Artikel
Indeks Ketakutan dan Keserakahan
Pengingat: Data hanya untuk Referensi
12
Ketakutan yang ekstrim
Obrolan Langsung
Tim Dukungan Pelanggan

Baru saja

Pengguna LBank yang terhormat

Sistem layanan pelanggan online kami saat ini sedang mengalami masalah koneksi. Kami sedang berupaya keras untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi saat ini kami tidak dapat memberikan perkiraan waktu pemulihan yang pasti. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Jika Anda memerlukan bantuan, silakan hubungi kami melalui email dan kami akan membalas sesegera mungkin.

Terima kasih atas pengertian dan kesabaran Anda.

Tim Dukungan Pelanggan LBank