Istilah DEPIN (depin) utamanya merujuk pada dua konteks yang berbeda namun terkait dalam ruang Web3: sebuah proyek kripto spesifik dan kategori industri yang lebih luas.
Proyek Spesifik: Airmoney (Degn Device)
Proyek spesifik paling menonjol yang menggunakan ticker token DEPIN adalah Airmoney. Proyek ini telah mengembangkan hardware wallet Degn, yang dipasarkan sebagai perangkat keras khusus pertama di dunia untuk Decentralized Physical Infrastructure Networks. Berbeda dengan hardware wallet tradisional yang dirancang terutama untuk penyimpanan pasif, perangkat Degn adalah "money console" interaktif yang dibangun untuk keterlibatan on-chain yang aktif. Token DEPIN berfungsi sebagai aset utilitas native untuk ekosistem ini. Mekanisme utamanya adalah Proof-of-Activity (PoA), yang memberikan reward kepada pengguna berupa token karena telah melakukan tugas-tugas dunia nyata dan on-chain menggunakan perangkat keras tersebut. Aktivitas ini mencakup menjalankan node, staking, dan trading di platform terdesentralisasi. Proyek ini juga memiliki fitur model buyback di mana sebagian besar dari penjualan perangkat keras dan biaya trading platform digunakan untuk membeli token dari pasar, dengan tujuan untuk mempertahankan sistem reward bagi peserta aktif.
Proyek Sekunder: DePINed
Proyek lain yang menggunakan ticker DEPIN adalah DePINed, yang beroperasi di blockchain Solana. Proyek ini berfokus pada pembangunan "SuperCloud" terdesentralisasi untuk kecerdasan buatan dan rendering. Ini memungkinkan pengguna untuk mengontribusikan sumber daya komputasi mereka yang menganggur, seperti daya GPU dan bandwidth internet, ke dalam pool global. Peserta mendapatkan token DEPIN dengan menyediakan sumber daya ini, sementara bisnis dapat menyewanya untuk tugas-tugas berkinerja tinggi seperti analisis data atau pelatihan model AI.
Kategori DePIN Secara Luas
Di luar token spesifik, DePIN merupakan singkatan dari Decentralized Physical Infrastructure Networks. Ini adalah sektor Web3 yang berkembang pesat dengan menggunakan teknologi blockchain dan insentif token untuk membangun dan memelihara infrastruktur fisik di dunia nyata. Alih-alih mengandalkan perusahaan terpusat untuk membangun sistem seperti jaringan nirkabel, jaringan energi, atau penyimpanan cloud, proyek DePIN menggunakan model crowdsourced. Kontributor individu menyediakan perangkat keras yang diperlukan—seperti router, sensor, atau drive penyimpanan—dan mendapatkan reward berupa token khusus proyek atas layanan mereka. Contoh menonjol dari proyek yang sudah matang dalam kategori yang lebih luas ini mencakup Helium (wireless connectivity), Filecoin (decentralized storage), dan Hivemapper (geospatial mapping).
Singkatnya, meskipun ticker DEPIN dikaitkan dengan proyek perangkat keras dan komputasi cloud spesifik seperti Airmoney and DePINed, istilah ini juga mewakili pergerakan yang lebih besar untuk mendesentralisasikan bagaimana layanan fisik yang esensial dikirimkan dan dikelola secara global.
Pelajari Lebih Lanjut