Pengguna LBank yang terhormat,
 
Untuk memberikan pengalaman trading yang lebih baik, LBank secara resmi meluncurkan Cross Margin Trading pada pukul 19:00 (UTC+7) pada 18 September 2025.
 
Peluncuran besar ini memperkenalkan fitur margin trading yang kuat dengan akun margin khusus, dirancang untuk memisahkan risiko dan mengelola dana pengguna dengan lebih aman. Melalui akun ini, pengguna dapat melakukan cross margin trading dengan dukungan pinjaman dan pengembalian otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi modal dan memaksimalkan potensi keuntungan.
 
Dalam mode Cross Margin, pengguna dapat meminjam dana secara otomatis untuk trading, dan semua aset yang tersedia di akun cross margin dapat digunakan sebagai jaminan bersama untuk semua posisi. Hal ini secara signifikan meningkatkan pemanfaatan modal dan membantu meminimalkan risiko likuidasi paksa.

FAQ – Margin Trading

  1. Apakah margin trading dikenakan biaya?
Ya, margin trading melibatkan biaya transaksi (dengan tarif yang sama seperti akun spot trading), bunga, dan biaya likuidasi paksa.
  1. Bagaimana rasio risiko dihitung? Rasio Risiko = Nilai Aset Total (yaitu, Saldo Utama + Jumlah Pinjaman) ÷ (Nilai Pinjaman Total + Bunga) × 100%
  2. Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman margin? Setelah pinjaman dilakukan, perhitungan bunga dimulai secara instan. Bunga dihitung per jam berdasarkan jumlah pinjaman, dan periode kurang dari satu jam dihitung sebagai satu jam penuh. Sistem akan mengurangkan bunga berdasarkan jumlah pinjaman Anda pada awal setiap jam. Jika tidak ada pinjaman pada saat jam tersebut, tidak ada bunga yang dikurangkan. Untuk detail mengenai suku bunga, silakan merujuk ke Informasi Bunga Pinjaman.
  3. Bagaimana cara meminjam dalam cross margin trading? Token apa saja yang didukung? Produk cross margin LBank menggunakan model baru "Auto Borrow & Repay" (Otomatis Pinjam & Bayar Kembali). Saat menggunakan mode ini, pinjaman akan diaktifkan secara otomatis selama trading. Setiap jumlah yang melebihi saldo tersedia Anda dalam order beli/jual akan dipinjam. Daftar aset yang didukung pada tahap awal meliputi USDT, BTC, ETH, XRP, SOL, DOGE, PEPE, SUI, ADA, dan TRX.
  4. Apa saja risiko margin trading? Margin trading memungkinkan Anda untuk berpotensi mendapatkan keuntungan lebih tinggi dengan modal yang lebih kecil. Namun, arah pasar yang salah juga dapat memperbesar risiko. Oleh karena itu, sebagian besar pengguna disarankan untuk menghindari penggunaan leverage tinggi dengan posisi besar untuk mencegah likuidasi atau bahkan saldo negatif.
  5. Bagaimana cara mengurangi rasio risiko margin?
  • Tetapkan level take-profit dan stop-loss, dan tutup posisi secara manual. Gunakan OCO order (One Cancels the Other) untuk menetapkan level take-profit dan stop-loss. Jika salah satu terpicu, yang lain akan dibatalkan secara otomatis.
  • Tambahkan margin tepat waktu untuk memastikan rasio total aset terhadap margin yang digunakan tetap di atas 110%.
 
Panduan Lainnya mengenai Margin Trading
  1. Bagaimana Cara Menggunakan Posisi Long/Short dalam Margin Trading?
 
Silakan perbarui ke versi aplikasi terbaru untuk memastikan fungsi dan layanan margin berjalan dengan optimal.
 
Jika terdapat ketidaksesuaian karena terjemahan, maka versi bahasa Inggris lah yang berlaku.
 

Peringatan Risiko

Margin trading melibatkan risiko tinggi dan dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal. Hal ini tidak cocok untuk semua investor. Volatilitas pasar, kesalahan strategi, atau kegagalan teknis dapat mempengaruhi kinerja trading. Kinerja di masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Harap pertimbangkan dengan cermat toleransi risiko Anda dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional. Platform ini tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari margin trading.