Dunia pasar prediksi, yang telah lama beroperasi dalam zona abu-abu regulasi, saat ini tengah mengalami tarik-ulur yang kompleks antara otoritas federal dan negara bagian di Amerika Serikat. Berita terbaru mengenai Polymarket, sebuah platform pasar prediksi terdesentralisasi yang terkemuka, yang secara resmi kembali beroperasi di AS setelah mendapatkan persetujuan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada akhir tahun 2025, menandai tonggak sejarah yang signifikan, meskipun penuh perdebatan. Namun, lampu hijau federal ini tidak memberikan kejelasan universal. Sebaliknya, hal ini justru memicu tantangan hukum lebih lanjut dari berbagai regulator negara bagian yang bersikeras bahwa platform-platform ini merupakan bentuk perjudian tanpa izin yang sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi mereka. Perselisihan yang sedang berlangsung ini menyoroti pertanyaan mendasar tentang sifat pasar prediksi dan kerangka regulasi yang tepat untuk kategori aset digital yang baru muncul.
Pada intinya, pasar prediksi adalah platform di mana pengguna dapat membeli dan menjual "saham" atau "kontrak" yang nilainya terikat pada probabilitas peristiwa di masa depan. Peristiwa ini dapat berkisar dari hasil politik dan hasil olahraga hingga indikator ekonomi atau kemajuan teknologi. Harga kontrak pada hasil tertentu sering kali mencerminkan keyakinan kolektif dari para partisipan pasar mengenai kemungkinan terjadinya peristiwa tersebut. Meskipun tampak sederhana, kategorisasi hukumnya sangatlah rumit.
Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memandang kontrak pasar prediksi tertentu sebagai "swap" atau "kontrak peristiwa" (event contracts), yang termasuk dalam definisi luas "komoditas" sebagaimana diuraikan dalam Commodity Exchange Act (CEA). Interpretasi ini memberikan CFTC yurisdiksi atas regulasinya. Argumen dan karakteristik utama yang mengarahkan CFTC pada klasifikasi ini sering kali meliputi:
Kesepakatan hukum (settlement) Polymarket tahun 2022 dengan CFTC, meskipun memberikan sanksi atas operasi yang tidak terdaftar, pada akhirnya membuka jalan bagi persetujuannya di kemudian hari dengan menetapkan kerangka kerja untuk operasi yang patuh di bawah pengawasan CFTC. Hal ini menunjukkan bahwa CFTC percaya pasar ini dapat diatur sebagai instrumen keuangan yang sah, asalkan mematuhi aturan khusus mengenai integritas pasar, perlindungan pelanggan, dan protokol anti-pencucian uang (AML).
Sebaliknya, regulator negara bagian, yang sering berada di bawah wewenang jaksa agung negara bagian atau komisi permainan (gaming commissions), cenderung mengategorikan pasar prediksi sebagai bentuk perjudian ilegal. Argumen mereka biasanya bergantung pada beberapa karakteristik:
Perbedaan interpretasi ini menciptakan "zona abu-abu" hukum yang signifikan, membuat platform dan pengguna tidak yakin tentang keberlakuan akhir dari persetujuan federal dalam menghadapi tantangan di tingkat negara bagian.
Lintasan Polymarket menawarkan ilustrasi nyata dari dilema regulasi ini.
Sebelum persetujuan terbarunya, Polymarket menghadapi pengawasan ketat dari CFTC. Pada awal tahun 2022, CFTC mengeluarkan perintah terhadap Polymarket, menyatakan bahwa mereka telah menawarkan swap berbasis peristiwa yang tidak terdaftar dan mengoperasikan fasilitas yang tidak terdaftar untuk swap berbasis peristiwa.
Aspek-aspek utama dari penyelesaian tahun 2022 meliputi:
Penyelesaian ini merupakan momen penting, yang menandakan niat CFTC untuk menegaskan yurisdiksi atas kontrak peristiwa sekaligus memberikan peta jalan potensial untuk operasi legal.
Maju ke akhir tahun 2025, Polymarket berhasil menavigasi peta jalan ini dan mengamankan persetujuan dari CFTC. Meskipun detail tepat dari persetujuan ini bersifat eksklusif, kemungkinan besar melibatkan:
Persetujuan ini secara luas dipandang oleh para pendukung pasar prediksi sebagai legitimasi industri di tingkat federal, yang berpotensi membuka pintu bagi partisipasi institusional dan ritel yang lebih luas di AS.
Namun, lampu hijau federal tidak menyurutkan langkah regulator negara bagian. Menyusul persetujuan CFTC untuk Polymarket, beberapa negara bagian segera memulai tantangan hukum atau mengeluarkan perintah penghentian (cease-and-desist). Argumen mereka biasanya berkisar pada:
Hal ini menciptakan lanskap hukum yang terfragmentasi di mana sebuah platform mungkin legal secara federal tetapi masih menghadapi tindakan hukum dan batasan operasional di masing-masing negara bagian.
Inti dari konflik ini terletak pada prinsip-prinsip dasar federalisme Amerika dan distribusi kekuasaan antara pemerintah federal dan masing-masing negara bagian.
Klausul Perdagangan Konstitusi AS memberikan kekuasaan kepada Kongres untuk mengatur perdagangan antarnegara bagian. Lembaga federal seperti CFTC memperoleh wewenang mereka dari undang-undang yang disahkan oleh Kongres di bawah klausul ini. Argumen untuk yurisdiksi federal atas pasar prediksi didasarkan pada premis bahwa pasar-pasar ini, terutama yang beroperasi lintas batas negara bagian dan berurusan dengan peristiwa global, merupakan perdagangan antarnegara bagian (dan seringkali internasional). Jika mereka diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan atau komoditas, maka peran pemerintah federal dalam mengatur pasar keuangan sudah mapan.
Sebaliknya, negara bagian secara tradisional memegang "kekuasaan polisi" yang luas untuk mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keselamatan, dan moral di dalam perbatasan mereka. Kekuasaan ini secara historis mencakup regulasi, dan seringkali pelarangan, perjudian. Setiap negara bagian memiliki undang-undang spesifiknya sendiri mengenai apa yang merupakan perjudian, siapa yang dapat menawarkannya, dan bagaimana pajaknya. Negara bagian memandang regulasi perjudian sebagai pelaksanaan kritis dari kedaulatan inheren mereka, yang dirancang untuk melindungi warga negara mereka dan menjaga ketertiban umum.
Ini membawa kita pada doktrin hukum yang kompleks tentang "preemption" (pengambilalihan wewenang). Hukum federal dapat "mengambil alih" (mengesampingkan) hukum negara bagian dalam keadaan tertentu. Umumnya ada tiga jenis:
Dalam konteks pasar prediksi, perdebatan berpusat pada apakah kerangka regulasi CFTC, terutama persetujuannya terhadap platform seperti Polymarket, dimaksudkan untuk bersifat tuntas dan dengan demikian mengesampingkan undang-undang perjudian negara bagian. Negara bagian berargumen bahwa Kongres belum secara eksplisit mengambil alih undang-undang perjudian negara bagian terkait kontrak peristiwa, dan bahwa regulasi federal terhadap komoditas tidak secara otomatis membatalkan larangan tingkat negara bagian pada aktivitas yang mereka definisikan sebagai perjudian. Hasil dari tantangan ini kemungkinan besar akan bergantung pada bagaimana pengadilan menafsirkan maksud dari undang-undang federal dan sifat spesifik dari kontrak peristiwa yang bersangkutan.
Ketidakpastian yurisdiksi saat ini memiliki implikasi luas bagi semua pemangku kepentingan di ruang pasar prediksi.
Lingkungan saat ini dapat menyebabkan:
Resolusi konflik federal-negara bagian ini sangat krusial bagi masa depan pasar prediksi di AS. Beberapa jalur dapat muncul:
Tindakan Kongres: Solusi yang paling definitif adalah bagi Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang jelas yang secara eksplisit mendefinisikan pasar prediksi, menetapkan otoritas yurisdiksi, dan menguraikan kerangka regulasi yang seragam. Ini akan mengatasi ambiguitas secara langsung, tetapi konsensus legislatif tentang teknologi baru seringkali lambat dan sulit dicapai.
Kesepakatan Antar-Negara Bagian atau Harmonisasi: Negara-negara bagian dapat bekerja sama untuk menciptakan kesepakatan antar-negara bagian atau mengharmonisasikan hukum mereka mengenai pasar prediksi, serupa dengan bagaimana beberapa negara bagian mengatur poker online atau lotere multi-negara bagian. Ini kompleks untuk dikoordinasikan tetapi dapat menawarkan jalan tengah.
Litigasi dan Preseden Yudisial: Sangat mungkin bahwa resolusi akhir akan datang melalui kasus pengadilan. Gugatan yang diajukan oleh negara bagian terhadap platform yang disetujui federal, atau banding dari operator platform, akan memaksa pengadilan untuk menafsirkan interaksi antara hukum komoditas federal dan undang-undang perjudian negara bagian. Putusan Mahkamah Agung yang penting pada akhirnya dapat menetapkan preseden.
Kolaborasi dan Panduan Regulasi: Regulator federal dan negara bagian dapat mencoba berkolaborasi, mengeluarkan panduan bersama atau nota kesepahaman untuk memperjelas peran masing-masing dan menetapkan batas-batas otoritas mereka. Ini membutuhkan kemauan untuk bekerja sama yang secara historis kurang ada di bidang ini.
Solusi Teknologi: Platform itu sendiri akan terus mengembangkan langkah-langkah teknologi dan kepatuhan mereka, termasuk geo-blocking tingkat lanjut, verifikasi identitas, dan bahkan mungkin mengeksplorasi struktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) sepenuhnya yang mencoba menghindari tantangan yurisdiksi tradisional, meskipun hal ini menghadirkan hambatan regulasi tersendiri.
Perjalanan pasar prediksi di AS masih jauh dari selesai. Persetujuan federal Polymarket menandai langkah kritis, tetapi tantangan tingkat negara bagian yang terus berlangsung menggarisbawahi kompleksitas mendalam dalam mengatur teknologi inovatif yang mengaburkan kategori hukum tradisional. Resolusi dari perselisihan ini tidak hanya akan membentuk masa depan pasar prediksi tetapi juga menetapkan preseden penting bagi bagaimana sistem regulasi AS beradaptasi dengan lanskap keuangan digital dan aplikasi terdesentralisasi yang berkembang pesat.



