Ada beberapa proyek mata uang kripto dan Web3 berbeda yang dikaitkan dengan nama token BRAT. Bergantung pada blockchain dan visi proyek tertentu, kegunaan serta tujuan token tersebut sangat bervariasi. Salah satu versi yang paling aktif saat ini adalah meme token berbasis komunitas yang dibangun di atas Sui Network. Proyek ini mendeskripsikan dirinya sebagai proyek yang dibuat untuk kesenangan dan suasana yang positif. Tujuan utamanya adalah membangun komunitas inklusif yang merayakan budaya meme sambil mendukung ekosistem Sui yang lebih luas. Menurut dokumentasinya, proyek ini berfokus untuk menyatukan orang-orang tanpa janji yang rumit atau hype, serta menekankan partisipasi yang santai dan kegembiraan komunitas. Versi lain dari token BRAT ada di jaringan Base. Proyek ini dikarakterisasikan sebagai memecoin yang mewujudkan semangat pemberontakan dan dominasi underground. Proyek ini dibangun di seputar narasi revolusi dan menampilkan identitas merek yang apik. Tim proyek telah menyebutkan rencana untuk game mendatang yang dimaksudkan untuk memposisikan token tersebut sebagai cult classic di dalam ekosistem Base. Komunitasnya sebagian besar berpusat pada keterlibatan media sosial dan berbagi estetika terkait merek. Sebuah proyek terpisah dan lebih lama dengan nama yang sama diluncurkan pada tahun 2021 sebagai platform interaksi sosial terdesentralisasi dan berbagi konten. Versi ini dirancang untuk memberdayakan pengguna dengan memberi mereka kendali atas identitas digital dan data mereka. Ini beroperasi di blockchain-nya sendiri menggunakan mekanisme konsensus proof of stake. Di dalam ekosistem ini, token tersebut digunakan untuk membayar biaya transaksi, memberi reward kepada pembuat konten, dan memungkinkan pemegang token untuk berpartisipasi dalam keputusan tata kelola guna memengaruhi arah masa depan proyek tersebut. Ada juga token bernama BROTHER dengan ticker BRAT yang beroperasi di blockchain Ethereum. Token ini berfungsi sebagai utility token untuk BRO Consortium, yang digunakan untuk pembayaran dan memberikan insentif atas partisipasi dalam berbagai proyek berbasis blockchain di bawah naungan konsorsium tersebut. Dalam konteks budaya Web3 yang lebih luas, nama BRAT mendapatkan popularitas yang signifikan setelah perilisan album Brat oleh penyanyi Charli XCX pada tahun 2024. Fenomena budaya ini, yang sering disebut Brat Summer, memicu terciptanya banyak koin meme di platform seperti Solana and Base yang mengadopsi estetika hijau neon khas album tersebut dan tipografi huruf kecil. Proyek-proyek ini biasanya dipimpin oleh komunitas dan berfokus pada tren internet serta viralitas media sosial. Saat melakukan riset tentang BRAT, penting untuk membedakan di jaringan blockchain spesifik mana token tersebut berada, karena proyek-proyeknya bervariasi mulai dari platform sosial yang didorong oleh utilitas hingga token meme yang berfokus pada hiburan. Peserta umumnya berinteraksi dengan proyek-proyek ini melalui bursa terdesentralisasi dan saluran komunitas seperti Telegram dan X.
Pelajari Lebih Lanjut