Aion adalah proyek blockchain generasi ketiga yang dirancang untuk memecahkan masalah isolasi di antara berbagai jaringan blockchain yang berbeda. Diluncurkan pada tahun 2017 oleh perusahaan asal Kanada, Nuco, proyek ini berfokus pada interoperabilitas, yang memungkinkan berbagai blockchain yang berbeda untuk berkomunikasi serta bertukar data atau nilai satu sama lain. Aion memposisikan dirinya sebagai jaringan penghubung yang memungkinkan internet terdesentralisasi di mana jaringan-jaringan independen, seperti Ethereum atau jaringan perusahaan swasta, dapat bekerja sama secara mulus alih-alih beroperasi secara terpisah. Teknologi di balik Aion dibangun di atas arsitektur multi-tier yang terdiri dari tiga lapisan utama: lapisan komunikasi, lapisan konsensus, dan lapisan aplikasi. Lapisan komunikasi adalah fitur yang paling menonjol, menggunakan protokol khusus dan blockchain bridges untuk memfasilitasi transaksi lintas-rantai (cross-chain). Blockchain publik utamanya, yang dikenal sebagai Aion-1, adalah sistem yang dibangun khusus untuk berfungsi sebagai pusat (hub) guna mengoordinasikan koneksi-koneksi ini. Pengembang dapat menggunakan jaringan ini untuk membangun aplikasi terdesentralisasi yang memanfaatkan fitur dari berbagai blockchain secara bersamaan, seperti menggabungkan keamanan dari satu jaringan dengan kemampuan kontrak pintar (smart contract) dari jaringan lainnya. Seiring berjalannya waktu, proyek ini berkembang menjadi The Open Application Network, atau OAN. Transisi ini mengalihkan fokus ke arah penciptaan infrastruktur publik untuk apa yang disebut tim sebagai Open Applications. Ini adalah program-program yang dirancang untuk memberikan pengguna kedaulatan lebih besar atas data dan identitas digital mereka sendiri, menjauh dari ekosistem tertutup ekonomi platform tradisional. Dalam model ini, jaringan bertindak sebagai lapisan sumber terbuka untuk menghosting aplikasi yang dapat diakses secara universal di berbagai platform. Token AION berfungsi sebagai aset digital asli dari ekosistem ini. Ini terutama digunakan untuk mengamankan jaringan melalui mekanisme konsensus dan untuk membayar sumber daya komputasi yang diperlukan guna memproses transaksi dan menjalankan smart contracts. Ini juga berfungsi sebagai bahan bakar untuk operasi lintas-rantai, memberikan insentif kepada validator dan peserta yang memelihara bridges di antara lingkungan blockchain yang berbeda. Dengan menggunakan token tersebut untuk mengakses dan mengamankan jaringan, proyek ini bertujuan untuk menciptakan model ekonomi mandiri yang mendukung infrastruktur blockchain global yang saling terhubung. Proyek ini didirikan oleh Matthew Spoke, yang sebelumnya berkontribusi pada ekosistem Ethereum, dan dikelola oleh organisasi nirlaba Aion Foundation. Meskipun lanskap interoperabilitas blockchain telah berkembang secara signifikan sejak awal berdirinya, Aion tetap menjadi pionir awal yang patut diperhitungkan dalam gerakan untuk menyatukan sistem yang terdesentralisasi. Proyek ini terus berfokus untuk menyediakan perangkat yang diperlukan bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi yang lebih fleksibel dan berpusat pada pengguna di dalam ruang Web3 yang lebih luas.
Pelajari Lebih Lanjut