BerandaPusat Berita LBank
UU CLARITY mengalokasikan $150 juta untuk investigasi penipuan kripto
clarity-act-to-set-aside-150m-for-crypto-fraud-investigations
UU CLARITY mengalokasikan $150 juta untuk investigasi penipuan kripto
Senator Cynthia Lummis mengatakan Undang-Undang CLARITY mencakup $150 juta untuk membantu penegak hukum melacak penipu kripto dan pelaku kejahatan lainnya. Undang-undang tersebut juga akan memungkinkan transaksi kripto yang mencurigakan untuk dibekukan dan menempatkan perusahaan aset digital di bawah persyaratan kepatuhan Undang-Undang Kerahasiaan Bank. Para pendukung RUU tersebut mengatakan aturan pasar yang lebih jelas dan alat penegakan yang lebih kuat diperlukan untuk memerangi penipuan sambil mendukung bisnis kripto yang sah.
2026-06-16 Sumber:crypto.news

Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital (Digital Asset Market Clarity Act) telah mengamankan alokasi sebesar $150 juta untuk upaya penegakan hukum yang menargetkan penipuan kripto dan kejahatan aset digital lainnya, menurut Senator AS Cynthia Lummis.

Summary
  • Senator Cynthia Lummis mengatakan CLARITY Act mencakup $150 juta untuk membantu penegak hukum melacak penipu kripto dan pelaku kriminal lainnya.
  • Undang-undang ini juga akan memungkinkan transaksi kripto yang mencurigakan dibekukan dan menempatkan perusahaan aset digital di bawah persyaratan kepatuhan Bank Secrecy Act.
  • Para pendukung RUU tersebut mengatakan aturan pasar yang lebih jelas dan alat penegakan hukum yang lebih kuat diperlukan untuk memerangi penipuan sambil mendukung bisnis kripto yang sah.

Dalam unggahan yang dipublikasikan di X pada 16 Juni, senator Wyoming tersebut mengatakan undang-undang itu akan memberikan pendanaan kepada lembaga penegak hukum untuk “melacak penipu dan pelaku jahat di ruang aset digital” seiring para anggota parlemen terus memperdebatkan masa depan regulasi kripto di Amerika Serikat.

Ketentuan pendanaan ini merupakan bagian dari CLARITY Act, sebuah rancangan undang-undang struktur pasar yang bertujuan untuk menetapkan aturan federal yang lebih jelas untuk aset digital sekaligus memperkuat alat yang tersedia bagi penyelidik yang mengejar kejahatan terkait kripto.

CLARITY Act Menggabungkan Aturan Pasar dengan Langkah-Langkah Penegakan Hukum

Selain mendefinisikan bagaimana aset digital harus diatur, undang-undang ini berisi beberapa ketentuan yang dimaksudkan untuk mendukung investigasi kriminal dan upaya perlindungan konsumen.

Berdasarkan proposal tersebut, bursa kripto dan penerbit stablecoin akan menerima wewenang sementara untuk membekukan transaksi mencurigakan hingga 30 hari. Lembaga penegak hukum dapat meminta perpanjangan periode pembekuan tersebut hingga 180 hari melalui perintah tertulis.

Persyaratan yang terkandung dalam RUU ini juga akan menempatkan bisnis aset digital di bawah kewajiban Bank Secrecy Act, mengharuskan perusahaan untuk mempertahankan program Anti Pencucian Uang dan menyerahkan Laporan Aktivitas Mencurigakan dengan cara yang mirip dengan lembaga keuangan tradisional.

Para pendukung undang-undang ini berpendapat bahwa langkah-langkah ini akan mempermudah pelacakan dana ilegal sekaligus menyediakan mekanisme hukum bagi lembaga untuk merespons dugaan penipuan dengan lebih cepat.

Pada saat yang sama, CLARITY Act berupaya mengatasi perselisihan yang telah berlangsung lama antara regulator federal mengenai pengawasan aset digital. 

Selama bertahun-tahun, perusahaan kripto menghadapi ketidakpastian karena Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana berbagai token harus diklasifikasikan.

Anggota parlemen yang mendukung RUU ini mengatakan undang-undang tersebut akan menetapkan perbedaan yang jelas antara komoditas digital dan sekuritas sambil mengharuskan bursa untuk menjaga aset pelanggan terpisah dari dana perusahaan, sebuah perlindungan yang dirancang untuk mengurangi risiko kegagalan serupa dengan runtuhnya FTX.

Kongres Mempertimbangkan Inisiatif Anti-Kejahatan Baru

Proposal pendanaan penegakan hukum ini muncul saat para anggota parlemen terus membahas langkah-langkah tambahan yang berfokus pada kejahatan terkait kripto.

Awal bulan ini, Perwakilan Lance Gooden dan Josh Gottheimer memperkenalkan Federal Cryptocurrency Theft Enforcement and Coordination Act, yang akan membentuk gugus tugas pencurian kripto khusus di dalam Departemen Kehakiman.

Menurut proposal tersebut, gugus tugas akan mengoordinasikan investigasi yang melibatkan lembaga-lembaga termasuk DOJ, FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Investigasi Keamanan Dalam Negeri, dan Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Departemen Keuangan. Tanggung jawabnya akan mencakup pelacakan aset digital yang dicuri, meningkatkan teknik investigasi, mendukung korban, dan membantu otoritas negara bagian, lokal, dan internasional.

Momentum di balik CLARITY Act terus meningkat di Kongres setelah undang-undang tersebut lolos dari Komite Perbankan Senat dengan suara 15-9. 

Dengan semakin ketatnya kalender kongres menjelang musim pemilihan, para pendukung RUU tersebut berpendapat bahwa Amerika Serikat membutuhkan kerangka kerja federal yang jelas yang menangani aktivitas kriminal sekaligus memberikan kepastian regulasi bagi bisnis aset digital yang sah.